Google+ Followers

Google+ Followers

Senin, 19 Januari 2009

Petuah Hidup untuk Kejayaan di Dunia Dan Keselamatan di Akhirat


Sebetulnya dalam mencari pedoman hidup untuk meraih kejayaan di dunia dan keselamatan di akhirat disamping tuntunan agama yang kita yakini, yng kita jadikan pedoman biasanya kita mencari pedoman lain yang datangnya dari tokoh masyarakat penulis/trainer/petuah dari orang yang sudah berhasil kebanyakan orang barat, menurut saya cara itu sebenarnya kurang bijak karena sebetulnya nenek Moyang kita sendiri sudah banyak memberikan petuah-petuah/ajaran-ajaran yang sebetulnya kalau kita mau mempelajarainya mempunyai nilai yang adiluhur/tinggi ; seperti petuah yang diberikan oleh pujangga besar kita Ronggowarsito yang lahir sebelum para penulis buku yang kita jadikan pedoman itu lahir dalam

"Serat Sabda Jati"

Jangan berhenti selalulah berbuat kebajikan, agar mendapat kebahagiaan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita, terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya harus gemar prihatin.

Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama, intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkanlah di dalam hati, agar mudah menaggapi sesuatu.

Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan, mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong tapi sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati.

Segalanya harus dijalankan penuh kesabaran . Sebab juka bergeser dari hidup yang penuh kebajikan akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul, yang membawa kendi berisi uang banyak.

Bila berpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan, sudah jelas akan menjadi sarang Iblis, senantiasa mendapatkan kesulitan-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik , seolah-olah mabuk kepayang.

Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yg baik-baik lari dari dirinya, sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-nya sudah musnah berkeping-keping.

tapi demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak membedakan yang baik dan jahat, sehingga jahat dianggap utuhan Tuhan.

tapi bagi yang Bijaksanan, sebenarnya repot di dalam pikiran melihat tauladan-tauladan tersebut. bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara.

Tidak percaya kehendak Tuhan, yang menitahkan langit dan bumi, siapa yang berusaha setekun-tekunnya akan mendapat kebahagiaan. Karena Tuhan itu maha Pemurah hati.

Segala permintaan Umatnya akan selalu diberi, Bila dilakukan dengan setulus hati. Tuhan akan selalu memberi pertotolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita akan kehendak-Nya tercapai.

Demikianlah sepenggal Serat Sabda Jati dari Pujangga Ronngowarsito "Semoga kita sebagai anak Cucunya diberi kekuatan oleh Tuhan YME untuk mengamalkan dalam kehidupan nyata"

(Ditulis Ulang Oleh: Eyang Sastro Prawiro Wijoyo/P.Teguh W. dikutip dari Buku Hidup, Cinta dan Kematian RONGGOWARSITO karangan Dr. Purwadi, M.Hum dan Mahmudi SE., M.Si.,AK. Th 2004 penerbit PION HARAPAN Yogyakarta)

Tidak ada komentar: